randurini.blogspot.com
Sebuah Perjalanan: May 2005
http://randurini.blogspot.com/2005_05_01_archive.html
Wednesday, May 25, 2005. Banyak cara untuk mencari bahagia. Seperti siang itu, melihat teman-teman penyair berkumpul di PDS HB Jassin. Sudah lama kami tidak berkumpul seperti ini, berdiskusi, dan orgasme puisi. Lalu, aku melihatnya masuk dari pintu. Begitu tenang, tapi terlihat wajahnya yang kecapaian. Hmmm. entah kenapa ada 'rindu' menyelip dari pintu-pintu nadi, ada desir aneh melihatnya berjalan ke arahku dan tersenyum. "Apa kabar? Aku menjabat erat tangannya, hanya sebentar, lalu dia pun menjauh.
randurini.blogspot.com
Sebuah Perjalanan: September 2005
http://randurini.blogspot.com/2005_09_01_archive.html
Saturday, September 24, 2005. Sitting Inside My Head. Mengapa kita tak lagi sederhana? Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Sebuah penggal dari puisi Sapardi. Posted by Randu @ 2:27 am. Sunday, September 18, 2005. Ia berusaha mengosongkan kepalanya. malam ini hanya ada dia dan beberapa teman baik yang sedang bercengkrama di dalam mobil ini. sementara ia menatap kota dan ...Tapi ...
randurini.blogspot.com
Sebuah Perjalanan: July 2005
http://randurini.blogspot.com/2005_07_01_archive.html
Saturday, July 30, 2005. Aku ingin mengerti tentang perjalanan. saat peta-peta direntangkan, saat utara diarahkan. apa yang dicari lecet sepatu? Lusuh bekal rindu, ringan rindang angsana di tepitepi jalan. seringai kanak dan kelakar hujan, pernahkah berkata pulang? Telapak tangan kita pernah bersentuh di gerbang-gerbang awan. berusaha mencuri beberapa bit memori dari gurat-gurat prasasti. walau tubuh diam di sini, hati masih mencari. Posted by Randu @ 10:05 pm. Tuesday, July 12, 2005. Hujan sporadik meny...
randurini.blogspot.com
Sebuah Perjalanan: August 2005
http://randurini.blogspot.com/2005_08_01_archive.html
Wednesday, August 31, 2005. Dua buah jempol kaki yang hitam itu mengusik eksistensiku. kulirik deretan sepatu 'toe tip' yang tersusun rapi di rak depan mataku. sekarang aku mengerti. mencintaiku benar-benar susah. Di sebuah factory outlet, mei 2005]. Posted by Randu @ 1:16 pm. Tuesday, August 30, 2005. Punggung itu menyayat mataku tajam, dalam. memenuhi otakku dengan aksara, begitu padat, begitu perih. tak pernah mendudukkanku dalam urung. memaksaku bertarung. Aku menghitung jari, memaki hari-hari yang k...
randurini.blogspot.com
Sebuah Perjalanan: November 2005
http://randurini.blogspot.com/2005_11_01_archive.html
Tuesday, November 29, 2005. Comfort Zone (Radio Edit Version). Untuk sebuah malam yang kulewatkan bersama rickie lee jones, noa, lisa ekhdal, julia fordham, bebel gilberto, dan blossom dearie.). Posted by Randu @ 10:20 pm. Monday, November 28, 2005. Please Make Me Feel Like A Natural Woman. Asal tahu saja, saya sering kehilangan prospektus pacar ganteng gara-gara stigma seperti itu! Itu benar-benar tidak bagus untuk perkembangan kehidupan sosial saya! Tapi dunia yang patriarkis ini seakan-akan gerah deng...
randurini.blogspot.com
Sebuah Perjalanan: August 1990
http://randurini.blogspot.com/1990_08_01_archive.html
Friday, August 31, 1990. Keira knightly seorang inggris sejati. dia tak pernah peduli dengan bentuk giginya, asal mulutnya bisa selalu jujur. aku meringis lagi di depan kaca, membaca sms darimu, dan tiba-tiba aku bahagia. tapi maaf, aku sedang kehabisan pulsa. Kamar mandi, 30 august 2005]. Posted by Randu @ 1:19 pm. Average Sane Psycho Supergoddess. View my complete profile. Percayalah Padaku, Adia. Sebuah Renungan Di Sekibas Tombak Yue Ying.
randurini.blogspot.com
Sebuah Perjalanan: June 2005
http://randurini.blogspot.com/2005_06_01_archive.html
Thursday, June 30, 2005. Kau ada di dada, tak tertata. kini aku lagi-lagi menunggu badai yang kau ciptakan begitu damai di lembah landai. Posted by Randu @ 8:19 pm. Saturday, June 18, 2005. Ali Topan Mungkin Kesepian. Jalanan memutih, seperti ujung mata. menyelinapi marka-marka. membilah kata. hujan tak lagi pakai rasa. gerimis dan derai di seteriak aduh. pada jam-jam kecil, senyum pudar di detik-detik yang jatuh. kantukku tak pulang. tergesa di titian matahari dan sepi merkuri. Posted by Randu @ 5:23 pm.
randurini.blogspot.com
Sebuah Perjalanan: October 2005
http://randurini.blogspot.com/2005_10_01_archive.html
Thursday, October 27, 2005. Seberapa jauh kita mengenal diri kita sendiri? Apakah saat kita berkaca setiap pagi, menyisir rambut sampai rapih, membedaki wajah kita, dan memaki setiap lekuk yang tidak sinkron di tubuh kita, kita telah telah mengetahui dan mengenal diri kita? Tapi kita tak tahu tentang rasa, nun jauh di dalam rongga tak dikenali dalam tubuh kita. Bagaimana bentuknya? Sejauh apa kita mengenal rasa di setiap langkah hidup? Sedalam apakah kita memaknainya? Monster itu mengikuti setiap langkah...
randurini.blogspot.com
Sebuah Perjalanan: December 2005
http://randurini.blogspot.com/2005_12_01_archive.html
Wednesday, December 28, 2005. Mata belum lagi lelap sungguh. Selarik irama melayu di sela adzan subuh. Meroda becak bawa ibu ke pasar. menjemput lapar. Daftar belanja bagai larik puisi di selembar slip gaji. Cerita seracik bumbu sampai ke pinggan. Sekeping rupiah jadi incaran. Segenggam garam jadi pikiran. Menggunung sayur tumbah di pinggiran. Segala pantun sahut menyahut para pedagang. Jangan tawar sayurku jangan. Matahari naik setinggi bensin. Terik di kantong semakin kering. Jangan tawar hatiku jangan.